THE JAPAN FOUNDATION NO TOSHOKAN

The Japan Foundation, Jakarta merupakan lembaga administrasi independen yang didirikan tahun 1974 dengan nama Pusat Kebudayaan Jepang untuk mempromosikan kegiatan pertukaran budaya antara Jepang-Indonesia.

Jam buka :
Kantor : Senin-Jumat 08:30-16:30
Perpustakaan ( terbuka untuk UMUM ), menyediakan sekitar 25,000 judul buku berbahasa Indonesia,Inggris dan Jepang.
Senin-Jumat : 09:30 – 18:00
Sabtu : 09:00 -12:30 ( minggu ke 2&4 TUTUP )
Rabu, Minggu dan hari besar TUTUP.

The Japan Foundation, Jakarta
Summitmas I lantai 2-3, Jl.Jend.Sudirman – Jakarta Selatan
T.021-520-1266 F.021-525-5159 | http://www.jpf.or.id

The Japan Foundation Jakarta

The Japan Foundation didirikan pada tahun 1972 sebagai sebuah badan hukum yang bertujuan untuk mempromosikan kegiatan pertukaran kebudayaan antara Jepang dengan negara-negara lain di dunia. Dasar pendirian untuk the Japan Foundation adalah Ketetapan Khusus dari Diet (Parlemen Jepang).
Sejak tanggal 1 Oktober 2003, status the Japan Foundation berubah menjadi lembaga administratif independen. Diharapkan dengan perubahan status ini, the Japan Foundation akan dapat lebih mudah berkonsentrasi untuk tujuan pertukaran kebudayaan antara Jepang dengan negara-negara alain.
Sebagai konsekuensi dari perubahan status tersebut, struktur organisasi yang baru disusun. Kali ini, kegiatan the Japan Foundation akan dipusatkan pada empat area kegiatan (yang sekaligus juga menjadi empat tujuan utama Japan Foundation), yaitu:

*Pertukaran Kebudayaan

*Pendidikan Bahasa Jepang

*Pertukaran intelektual dan pengembangan studi Jepang

*Pengoleksian dan penyediaan informasi yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pertukaran internasional

Berdasarkan empat area kegiatan tersebut, maka struktur organisasi Japan Foundation, terbagi dalam tiga divisi utama, yaitu: Divisi Kebudayaan, Divisi Bahasa, dan Divisi Studi Jepang.

Sebelumnya, sumber dana utama untuk kegiatan the Japan Foundation adalah dari pemerintah Jepang. Namun, setelah perubahan struktural tersebut, porsi dana dari pemerintah mulai dikurangi. Saat ini, pendanaan untuk aktivitas Japan Foundation, sebagian besar berasal dari dana abadi Japan Foundation, sumbangan dan subsidi tahunan pemerintah, serta sumbangan dari sektor swasta dan pribadi. Dengan cara ini, the Japan Foundation akan dapat lebih memastikan kemandirian dalam melaksanakan kegiatannya.

Hingga saat ini, the Japan Foundation telah mendirikan 24 kantor yang tersebar di 20 negara di seluruh dunia. Termasuk di antaranya 4 kantor di Jepang, yaitu di Tokyo, Kyoto, Kansai dan Urawa. tiga di antaranya di Amerika Serikat, yaitu satu di Los Angeles dan dua di New York. Kantor terakhir yang didirikan adalah kantor cabang Vietnam yang baru beroperasi pada tahun fiskal 2007/2008 ini.

Untuk kawasan Asia Tenggara, The Japan Foundation telah memiliki 5 kantor cabang, yaitu di Jakarta, Kuala Lumpur, Manila, Bangkok, dan Hanoi. Seiring dengan semakin pentingnya kawasan Asia Tenggara dalam dunia internasional saat ini, maka Japan Foundation pun berkeinginan untuk meningkatkan keterlibatannya di kawasan. Oleh karena itulah, sejak tanggal 1 April 2007 ini, the Japan Foundation telah membuka biro Asia Tenggara, yang kantornya akan disatukan dengan Japan Foundation, Bangkok, di Thailand.
Di Indonesia, Sejak 1 Oktober 2003 the Japan Foundation secara resmi menjadi lembaga administratif independen dan menggunakan nama the Japan Foundation, Jakarta. Program-program pokok yang dijalankan tetap mengacu pada tujuan awal pendirian lembaga ini yaitu menjalin rasa saling pengertian antar bangsa. Di Indonesia program-program pertukaran yang dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan Indonesia, bekerjasama dengan lembaga pemerintah, organisasi kebudayaan, lembaga pendidikan, LSM, dan individu terkait lainnya. Dengan adanya perubahan struktur organisasi the Japan Foundation, dapat dijumpai beberapa program yang dipangkas secara kuantitas, namun secara kualitas tetap dipertahankan atau bahkan berusaha ditingkatkan. Garis besar program yang dijalankan adalah : Seni dan Budaya, Bahasa Jepang, Studi Jepang dan Pertukaran Intelektual, dan program the Japan Foundation, Jakarta.
Saat ini the Japan Foundation juga lebih giat berperan sebagai mediator program pertukaran antara organisasi di Jepang dan Indonesia. Misalnya saja penyelenggaraan program kolaborasi teater, festival teater anak di Toyama, Borobudur International Festival, Tokyo Performing Art Market, dan banyak lagi yang pada pokoknya the Japan Foundation tidak terlibat secara langsung sebagai lembaga penyelenggara.

The Japan Foundation, Jakarta juga sedang berusaha menjadi lembaga pusat informasi untuk berbagai kalangan. Sebut saja misalnya informasi tentang kelompok-kelompok tari dan teater, daftar nama ahli studi Jepang di Indonesia atau sebaliknya. Di masa depan the Japan Foundation diharapkan dapat menjadi pintu gerbang informasi bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan masukan yang menyangkut berbagai informasi tentang Jepang dan Indonesia.
Demikianlah begitu menariknya website
The Japan Foundation ini. Silahkan kunjungi dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya..

Ganbatte ne..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.